Terapi progressive muscle relaxation (PMR) untuk penurunan kadar gula darah di Desa Sukajaya Lempasing

Putri Melinda Sari (Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati)
Umi Romayati Keswara (Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati)
Prima Dian Furqoni (Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati)
DOI: 10.56922/phc.v6i8.19 Published: 2026-10-07 pp. 682-690
Full-Text Downloads:
Access and read the complete peer-reviewed article

Background: Indonesia ranks fourth among the top ten countries globally for type 2 diabetes mellitus prevalence (8.6% of the total population), with cases projected to rise from 8.4 million in 2000 to approximately 21.3 million by 2030. Progressive Muscle Relaxation (PMR) is a relaxation therapy involving the tensing and relaxing of muscle groups in specific body areas sequentially to induce physical relaxation.

Purpose: To describe the effectiveness of family nursing care incorporating Progressive Muscle Relaxation (PMR) in reducing blood sugar levels among patients with diabetes mellitus.

Method: This study employed a quantitative approach with a descriptive design, utilizing a nursing care case study method.

Results: Prior to the intervention, blood sugar levels were 292 mg/dL for Mrs. M and 287 mg/dL for Mrs. J. Following a five-day PMR intervention, the levels decreased to 184 mg/dL for Mrs. M and 177 mg/dL for Mrs. J.

Conclusion: The application of PMR therapy contributes to lowering blood sugar levels. Regular practice of this therapy can help reduce stress, promote physical relaxation, and support blood glucose control in patients with diabetes mellitus.

Suggestion: PMR therapy should be considered a complementary non-pharmacological intervention to assist in lowering blood sugar levels. Consequently, healthcare professionals are encouraged to integrate PMR therapy into patient education and diabetes management programs to improve quality of life and facilitate optimal blood sugar control.

Keywords: Diabetes mellitus; Family nursing care; Progressive muscle relaxation; Relaxation therapy

Pendahuluan: Indonesia menduduki peringkat keempat dari sepuluh besar negara di dunia dengan prevalensi 8.6% dari total populasi kasus diabetes mellitus tipe 2 yang diperkirakan meningkat dari 8.4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi sekitar 21.3 juta jiwa pada tahun 2030. Progressive muscle relaxation (PMR) merupakan terapi relaksasi dengan gerakan mengencangkan danmelemaskan otot-otot pada satu bagian tubuh pada satu waktu untuk memberikan perasaan relaksasi secara fisik.

Tujuan: Untuk memberikan gambaran mengenai efektivitas asuhan keperawatan keluarga dengan progressive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus.

Metode: Kegiatan ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif menggunakan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan.

Hasil: Kadar gula darah pada Ny. M dan Ny. J sebelum dilakukan intervensi kadar gula darah responden adalah Ny. M 292 mg/dL dan Ny. J 287 mg/dlL dan setelah dilakukan intervensi progressive muscle relaxation (PMR) selama 5 hari didapatkan kadar gula darah pada Ny. M yaitu 184 mg/dL dan pada Ny. J yaitu 177 mg/dL.

Simpulan: Penerapan terapi relaksasi progressive muscle memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar gula darah. Penerapan terapi ini secara rutin dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan relaksasi tubuh, serta mendukung pengendalian kadar glukosa darah pada pasien dengan diabetes melitus.

Saran: Diharapkan terapi relaksasi progressive muscle relaxation (PMR) dapat dijadikan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis pendamping untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan untuk mengintegrasikan terapi PMR dalam program edukasi dan pengelolaan pasien diabetes sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan membantu kontrol gula darah yang lebih optimal.

 

  1. Aprisunadi, A., Sitorus, R., & Lestari, W. (2025). Progressive muscle relaxation terhadap perubahan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di RS Bhayangkara TK. I Pusdokkes Polri. Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS), 9(3), 270–277.
  2. Cahyanti, L., Dewi, A. O., Yuliana, A. R., Fitriana, V., & Putri, S. (2024). Penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah pada diabetes melitus tipe II. Jurnal Profesi Keperawatan, 11(2), 110–117.
  3. Devi, I. P., Silvitasari, I., & Purnamawati, F. (2024). Penerapan terapi komplementer relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe II di bangsal Sakura RSUD Dr. Soeratno Gemolong, Sragen. An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 2(4), 309–322.
  4. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2024). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Diakses dari https://dinkes.lampungprov.go.id/profil-kesehatan-provinsi-lampung-tahun-2024/
  5. Formike, N. (2026). Hubungan tingkat stres terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi lansia. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 11(1).
  6. Hidayati, A., Purwanto, N. H., & Siswantoro, E. (2022). Hubungan stres dengan peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jurnal Keperawatan, 15(2), 37–44.
  7. Ibrahim, I., & Aisyah, N. (2023). Efektivitas Progresive Muscle Relaxation terhadap Gula Darah Sewaktu Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. ProHealth Journal, 20(1), 1-7.
  8. Karmila, R., & Mairoel, M. (2025). Penerapan terapi senam kaki diabetes melitus dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Jurnal Keperawatan Akimba (Juka), 9(4).
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Diakses dari https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
  10. Koniyo, M. A., Zees, R. F., & Usman, L. (2021). Efektifitas progressive muscle relaxation dan autogenik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 3(2), 218–225.
  11. Nur, H., & Anggraini, S. (2022). Pemberian progressive muscle relaxation terhadap stres dan penurunan gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 6(1), 25–34.
  12. Nur Kasanah, N., Sani, F. N., & Widiastuti, A. (2025). Penerapan progressive muscle relaxation (PMR) terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe II. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3), 10527–10535.
  13. Nurani, R. D., & Fitriyanti, F. (2023). Progressive muscle relaxation (PMR) untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Keperawatan Bunda Delima, 5(1), 38–45.
  14. Pebriyani, U., Triswanti, N., Prawira, W. F., & Pramesti, W. (2022). Hubungan antara tingkat stres dengan angka kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Medula, 12(2), 261–267.
  15. Rusnoto, R., & Prasetawati, N. L. (2021). Pengaruh progressive muscle relaxation terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Keling 1 Kabupaten Jepara. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12(2), 411–417.
  16. Saprina, S., Dwijayanto, I. M. R., & Fristalia, M. D. (2026). Pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di ruangan rawat inap RSUD Mokopido Tolitoli. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(3), 21191–21199.
  17. Sari, U. A. P., & Ubaidillah, Z. (2025). Penerapan relaksasi otot progresif kombinasi senam kaki pada pasien diabetes melitus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(5), 17–24.
  18. Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia: Definisi dan indikator diagnostik (1st ed.). Dewan Pengurus Pusat PPNI.
  19. Widiastuti, A., Aditiya, N. S., & Am, A. I. (2022). Efektivitas relaksasi otot progresif pada penderita diabetes mellitus. Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (hlm. 304–312).
  20. World Health Organization. (2024). Diabetes. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes