Edukasi SADARI dan komplementer pada Dharma Wanita Persatuan Rutan kelas IIB Sidikalang Kabupaten Dairi

Helena Fransysca (Program Studi Diploma III Kebidanan, Universitas Murni Teguh)
Rahmawani Fauza (Program Studi Diploma III Kebidanan, Universitas Murni Teguh)
DOI: 10.56922/phc.v6i8.23 Published: 2026-10-25 pp. 748-755
Full-Text Downloads:
Access and read the complete peer-reviewed article

Background: Breast cancer is a public health issue that requires strengthening literacy and practices regarding early detection among women.

Purpose: To enhance public knowledge, awareness, and skills in recognizing breast changes, performing breast self-examination (BSE/SADARI), and understanding safe complementary therapies.

Method: The activity was conducted through a health seminar on May 9, 2026, at the Hall of the Class IIB Detention Center in Sidikalang, Dairi Regency. The seminar was delivered interactively, incorporating material presentations, discussions, Q&A sessions, quizzes, and demonstrations using breast phantoms and audiovisual media. Participants received information on healthy lifestyles, physical activity, stress management (via relaxation and breathing exercises), aromatherapy, and a balanced, nutritious diet rich in antioxidants including an introduction to *andaliman* (zanthoxylum acanthopodium) and moringa leaves. Evaluation was carried out descriptively through oral discussions, Q&A, quizzes, and observation of practical skills.

Results: Participants demonstrated active engagement. Prior to the education session, some participants lacked understanding regarding the timing for examinations, the proper palpation technique, and the signs of breast abnormalities. Following the session, most participants were able to correctly perform the steps of BSE, explain the appropriate timing for examinations, identify warning signs, and understand the principles of safe complementary therapies. Participants also committed to performing BSE on a regular basis.

Conclusion: Direct educational activities, combined with guidance on BSE practices, effectively improve public knowledge and skills while fostering an awareness of the behavioral changes necessary for addressing breast cancer. This approach yielded a positive response regarding participants' understanding and skills, although further clarification on safe complementary interventions remains necessary.

Suggestion: It is suggested that similar activities be held periodically, with more time allocated for practical application and more intensive, individualized guidance.

Keywords: Breast cancer; Breast self-examination; Complementary therapy; Early detection; Health seminar 

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penguatan literasi dan praktik deteksi dini pada perempuan.

Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mengenali perubahan payudara, melakukan SADARI, serta memahami terapi komplementer yang aman.

Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui seminar kesehatan pada 9 Mei 2026 di Aula Rutan Kelas IIB Sidikalang, Kabupaten Dairi. Pelaksanaan seminar disampaikan secara interaktif melalui penjelasan materi, diskusi, tanya jawab, quiz, demonstrasi menggunakan phantom payudara dan media audiovisual. Peserta diberikan informasi mengenai pola hidup sehat, aktivitas fisik, pengelolaan stres melalui relaksasi dan latihan pernapasan, aromaterapi, serta makanan bergizi seimbang yang mengandung sumber antioksidan, termasuk pengenalan andaliman dan daun kelor. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui diskusi lisan, tanya jawab, quiz, dan observasi praktik.

Hasil: Peserta menunjukkan keterlibatan aktif. Sebelum edukasi, beberapa peserta belum memahami waktu pemeriksaan, arah perabaan, dan tanda abnormal payudara. Setelah kegiatan, sebagian besar peserta mampu mempraktikkan tahapan SADARI dengan benar, menjelaskan waktu pemeriksaan, mengenali tanda bahaya, serta memahami prinsip terapi komplementer yang aman. Peserta juga berkomitmen melakukan SADARI secara rutin.

Simpulan: Kegiatan edukasi langsung dengan pendampingan mengenai praktik SADARI secara efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta mendorong tumbuhnya kesadaran perubahan perilaku dalam menangani kanker payudara. Pendampingan menunjukkan respons positif pada pemahaman dan keterampilan peserta walaupun masih diperlukan pemahaman terkait intervensi komplementer yang aman.

Saran: Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkala dengan waktu praktik yang lebih memadai dan pendampingan individual yang lebih intensif.

  1. Azhar, Y., Hanafi, R. V., Lestari, B. W., & Halim, F. S. (2023). Breast self-examination practice and its determinants among women in Indonesia: a systematic review, meta-analysis, and meta-regression. Diagnostics, 13(15), 2577. https://doi.org/10.3390/diagnostics13152577
  2. Dewi, T. K., Ruiter, R. A., Diering, M., Ardi, R., & Massar, K. (2022). Breast self-examination as a route to early detection in a lower-middle-income country: assessing psychosocial determinants among women in Surabaya, Indonesia. BMC Women's Health, 22(1), 179. https://doi/ 10.1186/s12905-022-01748-4
  3. Hutapea, D. B., Susilawati, Y., Muhaimin, M., & Chaerunisaa, A. Y. (2024). Potent bioactivity of Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.). Pharmacia (0428-0296), 71(1), 1. https://doi.org/10.3897/pharmacia.71.e117812
  4. Kandasamy, G., Almaghaslah, D., Almanasef, M., & Alamri, R. D. A. (2024). Knowledge, attitude, and practice towards breast self-examination among women: a web based community study. Frontiers in Public Health, 12, 1450082. https://doi.org/10.3389/fpubh.2024.1450082
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). SADARI untuk deteksi dini kanker payudara. Diakses dari: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/669/sadari-untuk-deteksi-dini-kanker-payudara
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Kemenkes targetkan turunkan kematian kanker payudara 2,5% per tahun melalui RAN 2025–2034. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id/id/kemenkes-targetkan-turunkan-kematian-kanker-payudara-2,5-per-tahun-melalui-ran-2025-2034
  7. Lestari, P., & Wulansari, W. (2019). Pentingnya pemeriksaan payudara sendiri (sadari) sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE), 1(2). https://doi.org/10.35473/ijce.v1i2.327
  8. Mahar, B., Osman, M. B., Fauzi, F. A., & Aliyu, S. (2026). The impact of educational interventions on breast self-examination practice, knowledge, and beliefs among women: A systematic review and meta-analysis. Journal of Public Health Research, 15(1), 22799036261423725. https://doi.org/10.1177/22799036261423725
  9. Moremane, M. M., Abrahams, B., & Tiloke, C. (2023). Moringa oleifera: A review on the antiproliferative potential in breast cancer cells. Current Issues in Molecular Biology, 45(8), 6880-6902. https://doi.org/10.3390/cimb45080434
  10. Muthineni, R. R., Suhani, S., Kaur, R., Khan, M. A., Joshi, M. K., Bhattacharjee, H. K., & Parshad, R. (2026). Effectiveness of video health education on breast cancer awareness and self-examination in the new age of digitalisation: community-based evidence from a developing nation. European Journal of Breast Health, 22(2), 147. https://doi.org/10.4274/ejbh.galenos.2025.2025-9-4
  11. Pal, D., Thakur, S., Sahu, T., & Hait, M. (2023). Exploring the anticancer potential and phytochemistry of Moringa oleifera: a multi-targeted medicinal herb from nature. ES Food and Agroforestry, 14, 982. http://dx.doi.org/10.30919/esfaf982
  12. Rahman, A., Fauziah, H., Hartoko, R. A., & Syamsuddin, D. (2026). Hubungan penyuluhan kesehatan sadari dengan pengetahuan deteksi dini kanker payudara. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 25(1), 221-228. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v25i1.1074
  13. Satria, D., Silalahi, J., Haro, G., Ilyas, S., & Hasibuan, P. A. Z. (2019). Cell cycle inhibition of ethylacetate fraction of zanthoxylum acanthopodium DC. Fruit against T47D cells. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 7(5), 726. https://doi.org/10.3889/oamjms.2019.178
  14. Syahputra, R. A., Juwita, N. A., Astyka, R., & Lubis, M. F. (2023). Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) a herbal medicine from North Sumatera, Indonesia: Phytochemical and pharmacological review. Heliyon, 9(5). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e16159
  15. United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 Agenda for Sustainable Development. New York: United Nations. Diakses dari: https://sdgs.un.org/2030agenda
  16. Wahyuni, D., Edison, E., & Harahap, W. A. (2015). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan sadari pada ibu rumah tangga di Kelurahan Jati. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1). https://doi.org/10.25077/jka.v4i1.205
  17. World Health Organization. (2024). Indonesia: Global Cancer Observatory, Cancer Today – GLOBOCAN 2022. International Agency for Research on Cancer (IARC). Diakses dari: https://gco.iarc.who.int/today/en/fact-sheets-populations/360/indonesia
  18. World Health Organization. (2026). Breast cancer. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/breast-cancer