Pembentukan kader posyandu remaja menuju generasi sehat, kreatif, dan terampil di Desa Kuta Buara
Background: Adolescents are a demographic group undergoing a critical developmental stage; they require access to information, health services, life skills, and a supportive environment. Initial assessments in Kuta Buara Village revealed that the target adolescents had never participated in the Adolescent Integrated Health Post program and exhibited knowledge gaps regarding reproductive health, the Planned Generation program, substance abuse (NAPZA), and nutrition.
Purpose: To establish an Adolescent Integrated Health Post, build the capacity of health volunteers improve adolescent health knowledge, facilitate early detection of health issues, and enhance adolescents' productive skills through oyster mushroom cultivation.
Method: This initiative involved interactive education, training interventions, and the establishment of an Adolescent Integrated Health Post. Twenty-eight adolescents from Kuta Buara Village participated. Educational content was delivered through lectures and face-to-face discussions. Participant knowledge and understanding were assessed using a one-group pretest-posttest design, with questionnaires administered before and after the educational activities. Evaluation results were analyzed descriptively to gauge the success of the education and training in delivering health services to adolescents in Kuta Buara Village.
Results: The mean age of participants was 13.68 years, with the majority (67.9%) falling within the 10–13 age range. Regarding anemia status based on hemoglobin (Hb) levels, most participants (89.3%) fell into the normal category. Concerning knowledge levels regarding volunteer empowerment and health services, pre-education results showed 7.1% in the "good" category, 21.5% "sufficient," and 71.4% "poor"; post-education results shifted to 64.3% "good" and 35.7% "sufficient."
Conclusion: The community service initiative—involving the formation of youth cadres and groups through the Adolescent Integrated Health Post successfully enhanced adolescents' capacity regarding health knowledge, health services, and empowerment skills at the cadre level. Interactive education and mentored training motivated the adolescents, raised awareness of basic health, and established a platform for adolescent health services, thereby contributing positively to public health support.
Suggestion: It is hoped that adolescents will apply the health knowledge they have gained in their daily lives. For youth cadres, periodic skills enhancement is necessary to ensure they are capable of providing education, delivering basic services, offering peer support, and mobilizing other adolescents to participate actively in activities.
Keywords: Adolescent Integrated Health Post; Empowerment; Health education; Planned Generation; Youth cadres
Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa perkembangan penting dan membutuhkan akses terhadap informasi, pelayanan kesehatan, keterampilan hidup, serta lingkungan yang mendukung. Kondisi awal di Desa Kuta Buara menunjukkan bahwa remaja sasaran belum pernah mengikuti kegiatan Posyandu Remaja dan masih ditemukan permasalahan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi, Generasi Berencana (GenRe), NAPZA, dan gizi.
Tujuan: Untuk membentuk Posyandu Remaja, meningkatkan kapasitas kader, meningkatkan pengetahuan kesehatan remaja, melakukan deteksi dini masalah kesehatan, serta meningkatkan keterampilan produktif remaja melalui budidaya jamur tiram.
Metode: Kegiatan ini merupakan edukasi interaktif dengan intervensi pelatihan dan pembentukan Posyandu Remaja. Sebanyak 28 remaja Desa Kuta Buara menjadi partisipan. Pelaksanaan edukasi diberikan melalui ceramah dan diskusi langsung. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman partisipan dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Hasil evaluasi di analisa secara deskriptif untuk menilai keberhasilan kegiatan edukasi dan pelatihan Posyandu Remaja dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya pada remaja di wilayah Desa Kuta Buara.
Hasil: menunjukkan bahwa usia rata-rata partisipan adalah 13.68 tahun dan mayoritas berada direntang usia 10-13 tahun yaitu sebanyak 39 partisipan (67.9%). Sebagian besar status anemia berdasarkan kadar Hb partisipan adalah dalam kategori normal yaitu sebanyak 25 partisipan (89.3%). Sedangkan untuk tingkat pengetahuan partisipan tentang pemberdayaan kader dan pelayanan kesehatan sebelum kegiatan edukasi adalah sebesar 7.1% baik, sebesar 21.5% cukup dan sebesar 71.4% kategori kurang, sedangkan setelah kegiatan edukasi menjadi sebesar 64.3% baik dan sebesar 35.7% kategori cukup.
Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pembentukan kader dan kelompok remaja melalui Posyandu Remaja berhasil meningkatkan kapasitas remaja dalam aspek pengetahuan kesehatan, pelayanan kesehatan dan kemampuan pemberdayaan setingkat kader. Kegiatan edukasi interaktif dan pelatihan dengan pendampingan memberikan motivasi pada remaja dan meningkatkan kesadaran kesehatan dasar serta membentuk wadah pelayanan kesehatan pada remaja sehingga memberikan kontribusi positif dalam dukungan kesehatan masyarakat.
Saran: Diharapkan remaja dapat menerapkan pengetahuan kesehatan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan bagi kader remaja, perlu dilakukan peningkatan keterampilan secara berkala sehingga kader mampu memberikan edukasi, melakukan pelayanan dasar, melakukan pendampingan teman sebaya, dan menggerakkan remaja untuk aktif dalam kegiatan.
-
Aditya, N. (2025). Tiram dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di pekon sukoyoso kecamatan sukoharjo kabupaten pringsewu (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
-
Az-Zahra, B. R., & Amin, M. (2025). Deteksi dini anemia berdasarkan tanda gejala dan pemeriksaan Hb pada remaja putri di SMPN 18 Palembang. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 5(3), 01-14.
-
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2015). Pedoman pengelolaan pusat informasi dan konseling remaja/mahasiswa (PIK R/M). BKKBN. Diakses dari: https://id.scribd.com/document/547464034/337589880-Peraturan-Pik-r
-
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). Pembinaan PIK-R Tahun 2024. Kampung Keluarga Berkualitas. Diakses dari: https://kampungkb.kemendukbangga.go.id/kampung/9459/intervensi/775026/pembinaan-pik-r-tahun-2024
-
Dewi, N. T., Yunita, L., Sukanty, N. M. W., & Ariani, F. (2023). Edukasi label informasi nilai gizi sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kemampuan membaca label gizi siswa di SMAN 5 Mataram: education on nutritional value information labels as an effort to increase knowledge and ability to read nutrition labels for students at SMAN 5 Mataram. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 4(1), 246-252.
-
Kamila, A., Nurhayati, N., & Rinjani, V. M. (2025). Analisis Kebutuhan Sebagai Dasar Pengembangan Program Kader Remaja Pada Posyandu Remaja: Studi Kualitatif Berbasis Model Addie. Jurnal Keperawatan'Aisyiyah, 12(2), 235-250.
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-37-tahun-2023
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis integrasi pelayanan kesehatan primer. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: https://www.slideshare.net/slideshow/petunjuk-teknis-integrasi-pelayanan-kesehatan-primer/269424800
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Anemia pada remaja putri: Tantangan pencegahan melalui konsumsi Tablet Tambah Darah. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/anemia-pada-remaja-putri-tantangan-pencegahan-melalui-konsumsi-tablet-tambah-darah/
-
Kusumaningrum, P. R., Elsera, C., Sulistyowati, A. D., Sari, D. P., & Suciana, F. (2024). Peran pendidikan seks dalam membangun kesadaran seksual remaja. Mega Press Nusantara.
-
Lathifah, S. S., Nurafsari, I., Nurhaliza, S. Q., Raihana, N., & Arum, N. A. A. (2024). Non-formal education: pendekatan komunitas dalam pembentukan kader remaja untuk meningkatkan kesadaran stunting di Desa Gunung Geulis. Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 16(1), 1-4.
-
Maigoda, T. C. (2025). Anemia gizi remaja putri: dampak, penyebab, dan solusi berbasis bukti. Penerbit NEM.
-
Rosidin, U., Sumarni, N., & Suhendar, I. (2019). Penyuluhan tentang aktifitas fisik dalam peningkatan status kesehatan. Media Karya Kesehatan, 2(2).
-
Savira, W. O., Fakhriza, I., Sariati, Y., & Zulhaijah, R. (2025). Revitalisasi posyandu remaja melalui peran kader dan dukuh dalam penguatan layanan kesehatan remaja di Wanagiri Kulon Progo Yogyakarta dalam Meningkatkan Partisipasi Ibu. JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat, 6(2), 95-104.
-
Susiarno, H., Dhamayanti, M., Vasra, E., Saleha, N., Niu, F., & Thimoty, J. (2024). Pembentukan kader sebaya untuk optimalisasi kesehatan seksual reproduksi remaja menyongsong Indonesia emas. Dharma Raflesia: Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS, 22(1), 119–130.
-
Suwarjono, M. (2022). Pembentukan posyandu remaja sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kualitas kesehatan remaja di Dusun Dingkikan, Sedayu, Bantul. Jurnal Atma Inovasia, 2(4), 419-423.
-
Ula, Z., & Rahagia, R. (2023). Pelatihan pengembangan posyandu remaja dengan pendekatan kolaborasi interprofesi kesehatan (Application Mother And Baby) sarana promotif kesehatan ibu dan anak. SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 75-83.
-
World Health Organization. (2024). The adolescent health indicators recommended by the Global Action for Measurement of Adolescent Health (GAMA): Guidance for monitoring adolescent health at country, regional and global levels. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240092198
-
World Health Organization. (2026). Adolescent health. Diakses dari: https://www.who.int/health-topics/adolescent-health
-
Wulandari, C., Riesputi, S., Maulida, R. F., Fawwaz, M. A., & Rahmawati, I. (2024). Menginspirasi kesehatan generasi muda melalui posyandu remaja. Jurnal pengabdian, riset, kreativitas, inovasi, dan teknologi tepat guna, 2(1), 46-57.
-
Yati, D. (2024). Peer power: Strategi efektif edukasi kesehatan reproduksi remaja. CV. Mitra Edukasi Negeri.
-
Yunita, W., Ulfasari, N., Gusti, R., & Palenti, C. D. (2025). Efektivitas pelatihan budidaya jamur tiram terhadap pemberdayaan pemuda Di Desa Air Petai, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Comm-Edu (Community Education Journal), 8(3), 491-495.