Optimalisasi pengetahuan dampak makanan siap saji terhadap kesehatan reproduksi pada siswi di MAN I Cianjur
Background: Adolescent girls require education on healthy eating habits, as the consumption of fast food is linked to nutritional status and reproductive health, including the menstrual cycle. Preliminary observations at MAN 1 Cianjur Regency indicated that no specific education regarding the impact of fast-food consumption on reproductive health and the menstrual cycle had previously been conducted. Therefore, health education tailored to the characteristics of adolescents is necessary to enhance their knowledge and awareness regarding healthier food choices.
Purpose: To increase participants' knowledge regarding the impact of fast-food consumption on reproductive health and the menstrual cycle, as well as the principles of selecting healthier foods.
Method: The activity was conducted on August 12, 2026, at MAN 1 Cianjur Regency, West Java, involving 30 participants. The educational session utilized interactive lectures, PowerPoint presentations, leaflets, discussions, a Q&A session, and a short quiz. Knowledge was evaluated using pre-test and post-test questionnaires consisting of 15 multiple-choice questions. Data were analyzed by comparing mean scores and the distribution of knowledge categories before and after the education.
Results: Evaluation results showed an increase in the participants' mean knowledge score from 81.0 points in the pre-test to 93.5 points in the post-test, representing an increase of 12.47 points. In the pre-test, 22 respondents (73.3%) fell into the "good" knowledge category, 6 (20.0%) into the "fair" category, and 2 (6.7%) into the "poor" category. Following the education, 28 respondents (93.3%) were in the "good" category and 2 (6.7%) were in the "fair" category. The mean post-test score exceeded the established success target of over 75%.
Conclusion: Education regarding the impact of fast-food consumption on reproductive health and the menstrual cycle can effectively increase participants' knowledge. This activity is expected to serve as a promotional and preventive measure to foster awareness among adolescent girls regarding the adoption of healthier dietary habits.
Suggestion: Schools and school health units (UKS) are encouraged to provide ongoing education on healthy eating, snack selection, and adolescent reproductive health. Future activities should include long-term evaluations to assess knowledge retention and changes in dietary consumption patterns.
Keywords: Adolescent girls; Fast food; Health education; Menstrual cycle; Reproductive health
Pendahuluan: Remaja putri merupakan kelompok yang merupakan kelompok yang membutuhkan edukasi mengenai pola makan sehat karena kebiasaan konsumsi makanan siap saji dapat berkaitan dengan status gizi dan kesehatan reproduksi, termasuk siklus menstruasi. Hasil observasi awal di MAN 1 Kabupaten Cianjur menunjukkan bahwa edukasi khusus mengenai dampak konsumsi makanan siap saji terhadap kesehatan reproduksi dan siklus menstruasi belum pernah dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan yang sesuai dengan karakteristik remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam memilih makanan yang lebih sehat.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai dampak konsumsi makanan siap saji terhadap kesehatan reproduksi dan siklus menstruasi serta prinsip pemilihan makanan yang lebih sehat.
Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 di MAN 1 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan melibatkan 30 peserta. Pelaksanaan edukasi melalui ceramah interaktif, media powerpoint dan leaflet, diskusi, tanya jawab serta kuis singkat. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang terdiri dari 15 pertanyaan pilihan ganda. Data dianalisis dengan membandingkan nilai rerata dan distribusi kategori pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi.
Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rerata pengetahuan peserta dari 81.0 poin pada pretest menjadi 93.5 poin pada posttest, dengan peningkatan sebesar 12.47 poin. Pada pretest sebanyak 22 responden (73.3%) berada pada kategori pengetahuan baik, 6 responden (20.0%) kategori cukup, dan 2 responden (6.7%) kategori kurang. Setelah diberikan edukasi, sebanyak 28 responden (93.3%) berada pada kategori baik dan 2 responden (6.7%) kategori cukup. Nilai rerata posttest telah melampaui target keberhasilan yang ditetapkan, yaitu lebih dari 75%.
Simpulan: Edukasi mengenai dampak konsumsi makanan siap saji terhadap kesehatan reproduksi dan siklus menstruasi dapat meningkatkan pengetahuan peserta secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesadaran remaja putri untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat.
Saran: Pihak sekolah dan UKS diharapkan dapat melanjutkan edukasi mengenai pola makan sehat, pemilihan jajanan, dan kesehatan reproduksi remaja secara berkelanjutan. Kegiatan selanjutnya disarankan melakukan evaluasi jangka panjang untuk menilai retensi pengetahuan dan perubahan perilaku konsumsi makan.
-
Anhar, V. Y., & Noor, I. H. (2025). Kebersihan menstruasi pada remaja putri: mempertimbangkan situasi bencana. Uwais Inspirasi Indonesia.
-
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2026). Di Balik Pernikahan Dini: ancaman serius bagi kesehatan reproduksi remaja. Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau. Diakses dari: https://kepri.kemendukbangga.go.id/posts/30d05fa8-bcde-4c8b-822f-08304e6363a8-di-balik-pernikahan-dini-ancaman-serius-bagi-kesehatan-reproduksi-remaja
-
Giovani, E., & Ronaldo, F. (2025). Hubungan konsumsi junk food dan indeks massa tubuh (imt) dengan siklus menstruasi remaja putri di SMP Negeri 14 Palangka Raya. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 8(2), 1095-1106.
-
Halimiyah, I. (2026). Hubungan mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food) terhadap siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 4 Jember (Doctoral dissertation, Universitas dr. Soebandi).
-
Haslan, H., Rahmawati, R., & Hasriana, H. (2026). Edukasi cerdas memilih makanan sehat gula terbatas pada siswa Sekolah Dasar. Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS), 2(2), 113-122.
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Diakses dari: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2018
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pengaruh makanan cepat saji terhadap kesehatan remaja. Diakses dari: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2182/pengaruh-makanan-cepat-saji-terhadap-kesehatan-remaja
-
Kusumaningrum, I. D. (2020). Mengenal gangguan menstruasi pada remaja putri. Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE), 2(3), 133-138.
-
Lestari, S. D. (2025). Efektivitas media poster dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri kelas X tentang dampak makanan cepat saji terhadap disminore primer di SMA Al-Khairiyah Jakarta Utara.
-
Lukman, W. U., Hiola, F. A., Sondakh, L., & Inaku, H. (2025). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri. ProHealth Journal, 22(2), 212-221.
-
Mivanda, D., Follona, W., & Aticeh, A. (2023). Hubungan tingkat stres dan perilaku konsumsi makanan cepat saji terhadap kejadian dismenore pada remaja putri. Muhammadiyah Journal of Midwifery, 4(1), 34-46.
-
Muchtar, F. (2023). Edukasi gizi seimbang sebagai upaya pencegahan masalah gizi pada remaja putri di Desa Mekar Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Pedamas (Pengabdian kepada Masyarakat), 1(2), 266-274.
-
Neherta, N. M., & Refnandes, N. R. (2024). Intervensi pendidikan kesehatan: perlukah berulang kali dilakukan. Penerbit Adab.
-
Nisa, K., Hipson, M., Handayani, S., & Turrohmah, W. (2026). Faktor-faktor yang memengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi pada remaja putri. Jurnal'Aisyiyah Medika, 11(1).
-
Putriana, D., Habibah, I. H., & Hidayati, R. W. (2024). Hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Jurnal Riset Gizi, 12(2), 208-216.
-
Ridwan, D. F. S., & Suryaalamsah, I. I. (2023). Hubungan status gizi dan pengetahuan gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Triyasa Ujung Berung Bandung. Muhammadiyah Journal of Midwifery, 4(1), 8-15.
-
Senja, A. O., Widiastuti, Y. P., & Istioningsih, I. (2020). Tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Jurnal Keperawatan, 12(1), 85-92.
-
Suryatno, H., Adhi, I. G. A. M., Ratu, S. O., Astuti, F., Ilmi, N., & Sulistiyani, E. (2023). Hubungan pola konsumsi makanan cepat saji dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri kelas XI di SMAN 7 Mataram. PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 9(2), 160-174.
-
Villasari, A. (2021). Fisiologi menstruasi. Northern Clinics of Istanbul.
-
Widodo, Y. A. P. (2025). Faktor-faktor yang memengaruhi siklus menstruasi pada remaja putri di MAN 1 Kota Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).
-
Wigati, A., & Nisak, A. Z. (2022). Pentingnya edukasi gizi seimbang bagi kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(1), 85-90.