Eco enzym dan diversifikasi pangan lokal sebagai penguatan ekonomi masyarakat di desa Baning Panjang

Ria Damayanti (Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, STIKARA Sintang)
Rika Yuanita Pratama (Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, STIKARA Sintang)
Rudiansyah Rudiansyah (Prdi D3 Perekam dan Informasi Kesehatan, STIKARA Sintang)
Yunida Haryanti (Prodi D3 Kebidanan, STIKARA Sintang)
DOI: 10.56922/phc.v6i8.27 Published: 2026-10-13 pp. 698-708
Full-Text Downloads:
Access and read the complete peer-reviewed article

Background: Baning Panjang Village possesses local food potential specifically corn and cassava and human resources through MSMEs and the PKK (Family Welfare Empowerment) group; however, these assets have not been optimally utilized. The MSME "Kurum Sejahtera" faces limitations regarding production capacity, technology, management, and marketing, while the Baning Panjang Village PKK faces constraints in knowledge and skills concerning organic waste management, local food diversification, and family economic development.

Purpose: To enhance the capacity of the MSME "Kurum Sejahtera" and the Baning Panjang Village PKK through the implementation of production technology, eco-enzyme processing, local food diversification, management strengthening, and marketing development.

Method: This community service activity employs a participatory community empowerment approach. The activities are conducted in Baning Panjang Village, Sintang Regency, West Kalimantan Province, in 2026. The target participants consist of two partner groups: the MSME "Kurum Sejahtera" and the Baning Panjang Village PKK. Implementation involves interactive lectures, discussions, Q&A sessions, demonstrations, and training. Evaluation and success measurement are conducted through the observation of practices using a "one-group pretest and posttest" design and checklists. The aspects assessed include knowledge of organic waste management and eco-enzymes; knowledge of food hygiene, sanitation, and food handling establishments (TPM); knowledge of local food diversification; and practical skills in making eco-enzymes, applying food hygiene and sanitation principles, operating and maintaining production machinery, and processing and diversifying local food products.

Results: For the MSME "Kurum Sejahtera," the implementation of technology and mentoring increased production capacity from 5–10 kg/week to 20–30 kg/week, alongside improvements in processing capabilities, hygiene and sanitation, financial management, branding, and marketing. Developed products included cassava chips, cassava sponge cake, *Klepon Gembira*, and cassava noodles. For the Baning Panjang Village PKK (Family Welfare Empowerment) group, members were able to practice organic waste processing using eco-enzymes, develop local corn-based food diversification, and enhance their understanding of family nutrition and the *Posyandu* (Integrated Health Post) system. The PKK also succeeded in formulating an Annual Work Plan for the 2026–2027 period and improving institutional documentation.

Conclusion: The integrated empowerment program successfully enhanced production capacity, skills, management, local food utilization, organic waste management, and market access for both partners. Integrating technology, local potential, and a circular economy approach holds the potential to strengthen community economic self-reliance.

Suggestion: Continuous mentoring is required to maintain consistent technology usage, improve product quality and legal compliance, expand digital marketing, further develop eco-enzyme and local food products, and monitor the program's impact on the partners' production and income.

Keywords: Eco-enzyme; Circular economy; Community empowerment; Local food diversification

Pendahuluan: Desa Baning Panjang memiliki potensi pangan lokal berupa jagung dan singkong serta sumber daya masyarakat melalui UMKM dan PKK, namun pemanfaatannya belum optimal. UMKM Kurum Sejahtera menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, teknologi, manajemen, dan pemasaran, sedangkan PKK Desa Baning Panjang menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah organik, diversifikasi pangan lokal, dan pengembangan ekonomi keluarga.

Tujuan: Untuk meningkatkan kapasitas UMKM Kurum Sejahtera dan PKK Desa Baning Panjang melalui penerapan teknologi produksi, pengolahan eco enzym, diversifikasi pangan lokal, penguatan manajemen, dan pengembangan pemasaran.

Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat (participatory community empowerment). Kegiatan dilaksanakan di Desa Baning Panjang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2026. Sasaran kegiatan terdiri atas dua kelompok mitra, yaitu UMKM Kurum Sejahtera dan PKK Desa Baning Panjang. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi serta pelatihan. Evaluasi dan pengukuran keberhasilan dilakukan melalui observasi praktik one group pretest and posttest menggunakan lembar observasi/checklist dengan aspek yang meliputi pengetahuan mengenai pengelolaan limbah organik dan eco enzym, pengetahuan mengenai higiene sanitasi makanan dan tpm, pengetahuan mengenai diversifikasi pangan lokal, kemampuan membuat eco enzym, kemampuan menerapkan prinsip higiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan, kemampuan mengoperasikan dan merawat mesin produksi, dan kemampuan mengolah dan melakukan diversifikasi pangan lokal.

Hasil: Pada UMKM Kurum Sejahtera, penerapan teknologi dan pendampingan meningkatkan kapasitas produksi dari 5–10 kg/minggu menjadi 20–30 kg/minggu, disertai peningkatan kemampuan pengolahan, higiene sanitasi, manajemen keuangan, branding, dan pemasaran. Produk yang dikembangkan meliputi keripik ubi, bolu singkong, Klepon Gembira, dan mie singkong. Pada PKK Desa Baning Panjang, anggota mampu mempraktikkan pengolahan limbah organik melalui eco enzym, mengembangkan diversifikasi pangan lokal berbasis jagung, serta meningkatkan pemahaman mengenai gizi keluarga dan Posyandu. PKK juga mampu menyusun Rencana Kerja Tahunan periode 2026–2027 dan memperbaiki dokumentasi kelembagaan.

Simpulan: Program pemberdayaan terintegrasi mampu meningkatkan kapasitas produksi, keterampilan, manajemen, pemanfaatan pangan lokal, pengelolaan limbah organik, dan akses pemasaran kedua mitra. Integrasi teknologi, potensi lokal, dan pendekatan ekonomi sirkular berpotensi memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Saran: Diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk menjaga konsistensi penggunaan teknologi, meningkatkan kualitas dan legalitas produk, memperluas pemasaran digital, mengembangkan produk Eco enzym dan pangan lokal, serta melakukan monitoring terhadap dampak program terhadap produksi dan pendapatan mitra.

  1. Anita, A., Zahara, S., & Kholil, A. Y. (2026). Pemberdayaan PKK dan Gapoktan melalui optimalisasi sumber daya lokal untuk penguatan ketahanan pangan Desa Sidomulyo. Abdimas Galuh, 8(2), 1912-1920.
  2. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2020). Peta jalan SDGs Indonesia menuju 2030. Diakses dari: https://sdgs.bappenas.go.id/dokumen-publikasi/peta-jalan-sdgs-indonesia-menuju-2030.
  3. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang. (2023). Kabupaten Sintang Dalam Angka 2023. Diakses dari: https://sintangkab.bps.go.id/publication/2023/02/28/a0264cc14f469e0d39cfda35/kabupaten-sintang-dalam-angka-2023.
  4. Damayanti, R., Noviarmi, F. S. I., Dwicahyo, H. B., Sholehhudin, M., & Al Firdausi, S. (2026). Higiene sanitasi penyelenggaraan makanan di tempat kerja. Airlangga University Press.
  5. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang. (2025). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang. Diakses dari: https://dukcapil.sintang.go.id/download_dokumen/4ca64d59a3c71b14d97fbb92cefeb3de.pdf.
  6. Erna, M., Nazhifah, S., & Erlinda, S. (2025). Empowering the community of kualu nenas village in riau by utilizing pineapple waste to produce eco-enzymes: pemberdayaan masyarakat desa kualu nenas riau melalui pemanfaatan limbah nanas menjadi eco-enzyme. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(6), 1915-1926.
  7. Hajiriah, T. L., Sukri, A., Lalana, G. P., & Jannah, H. (2025). Optimalisasi potensi ekonomi masyarakat melalui pelatihan produksi dodol semangka dan pengembangan digitalisasi UMKM di Desa Mujur. KOMUNITAS: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 83-93.
  8. Hakim, M. Z. H. M. Z., Banin, M. M., Andriyani, Y., & Rohmah, M. (2025). Penguatan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendampingan higiene dan sanitasi pada tingkat kelompok masyarakat. ABDIKU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman, 4(2), 22-32.
  9. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2024). Pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dalam pembangunan desa. Diakses dari: https://pamongdesa.kemendagri.go.id/storage/regulationFile/17271680201.pdf.
  10. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2020). Panduan pemberdayaan masyarakat desa berbasis potensi lokal. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Details/199685/permendesa-pdtt-no-21-tahun-2020.
  11. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2021). Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Details/233754/permen-lhk-no-14-tahun-2021.
  12. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Panduan pengabdian kepada masyarakat berbasis luaran. Diakses dari: https://kemdiktisaintek.go.id/library/book/panduan-penelitian-dan-pengabdian-kepada-masyarakat-tahun-2023.
  13. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Rencana strategis. Diakses dari: https://bbppmbtph.tanamanpangan.pertanian.go.id/storage/master/file/6iJXbohN_Perencaaan_-__Rencana_Strategis-2020-2024.pdf.
  14. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. (2025). Rencana strategis kementerian usaha mikro, kecil, dan menengah tahun 2025-2029. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Download/394622/3%20th%202025.pdf.
  15. Kinding, D. P. N., Permatasari, M. N., Hidrotunnisa, H., Nazilah, H., & Hidayah, A. (2026). Strategi pemberdayaan mina raharja mealui inovasi produk frozen fish food berbasis IPTEKS. Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat, 5(3), 323-336.
  16. Peraturan Desa Baning Panjang. (2025). Peraturan Desa Baning Panjang Nomor 03 Tahun 2025 Tentang Perubahan RPJMDes Tahun 2025 – 2029.
  17. Putranto, A. H. P., Hasirun, H., & Sumaya, P. S. S. (2025). Peningkatan kapasitas umkm agribisnis melalui pelatihan digitalisasi usaha dan pendampingan legalitas hukum berbasis sistem informasi. ADIMA Jurnal Awatara Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 7-16.
  18. Salas, H. J., Dinata, M. R. K., Lestari, S. P., Sari, D. P., YP, M. A. G., & Saputri, E. (2025). Model komunikasi pemasaran digital produk olahan eceng gondok berbasis kearifan lokal bagi penguatan ekonomi desa: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 12612-12624.
  19. Septi, I., Mandiri, D. P., Zahara, A. C., & Febriyanti, A. (2025). Transformasi Digital dan Dampaknya Terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Ranca Kalapa. Abdi Dharma, 5(1), 1-14.
  20. Thahir, I. M. C., Mustanir, A., Syarifuddin, H., Said, S., Syarifuddin, R. N., AR, T., & Thamrin, N. T. (2025). Bunga rampai lumbung digital pilar keberlanjutan UMKM dan pemberdayaan ekonomi lokal. CV Eureka Media Aksara.