Pemberdayaan masyarakat dengan edukasi pemanfaatan sampah plastik (ecobrick) di Kelurahan Imopuro

Dina Dwi Nuryani (Universitas Malahayati, Lampung)
Putri Loisa Anastasia (Universitas Malahayati, Lampung)
Ananda Ramadya Rahmatina (Universitas Malahayati, Lampung)
Kalis Rahayu (Universitas Malahayati, Lampung)
Febi Kismaya Sari (Universitas Malahayati, Lampung)
Farrel Raditya Chandra (Universitas Malahayati, Lampung)
DOI: 10.56922/phc.v6i8.28 Published: 2026-10-22 pp. 734-740
Full-Text Downloads:
Access and read the complete peer-reviewed article

Background: The volume of household plastic waste continues to rise as public consumption patterns remain largely unchanged, posing a persistent environmental challenge.

Purpose: To provide education on managing plastic waste by transforming it into useful items, as an effort to safeguard the environmental health of the community.

Method: The activity took place on August 2, 2026, at the Al-Jihad Kindergarten in Imopuro Village, Metro Pusat District, as part of the 2026 KKL-PPM (Community Service and Field Study) program of Universitas Malahayati. Participants included 20 residents from RW 003, Imopuro Village. The initiative consisted of an awareness session and hands-on training with guided instruction. Participant knowledge and understanding were assessed using a "one-group pretest-posttest" design, with questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational session. The results were analyzed descriptively to evaluate the success of the plastic waste management education covering environmental impact, the process of creating "ecobricks," and methods for repurposing plastic waste into functional products.

Results: Prior to the educational session, 10.0% of participants demonstrated a "good" level of knowledge, 30.0% were "fair," and 60.0% were "poor." Following the session, 75.0% of participants reached a "good" level, while 25.0% were in the "fair" category. The average knowledge score rose from 82.5 points before the session to 92.0 points afterward.

Conclusion: The ecobrick educational program, based on a community empowerment approach, successfully enhanced participants' knowledge and understanding of how to transform plastic waste into useful items. This increase in knowledge also positively influences the community's ability to manage their environment, thereby contributing to the preservation of community health.

Suggestion: The community is encouraged to consistently maintain a clean and healthy environment. Furthermore, by leveraging their knowledge, community members are urged to innovate in waste management transforming waste into items with economic value thereby generating benefits through increased family income.

Keywords: Community education; Ecobrick; Environmental health; Plastic waste; Waste management

Pendahuluan: Volume sampah plastik rumah tangga terus bertambah seiring pola konsumsi masyarakat yang belum banyak berubah, dan ini tetap menjadi salah satu tantangan lingkungan yang paling sering dijumpai.

Tujuan: Memberikan edukasi pengelolaan sampah plastik menjadi bentuk barang bernilai guna sebagai upaya menjaga kesehatan lingkungan komunitas.

Metode: Kegiatan digelar pada 2 Agustus 2026 bertempat di TK Al-Jihad, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, sebagai bagian dari program KKL-PPM Universitas Malahayati Tahun 2026, dengan 20 warga RW 003 Kelurahan Imopuro sebagai partisipan. Kegiatan dilaksanakan berupa sosialisasi dan pelatihan dengan pendampingan. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman partisipan dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Hasil evaluasi ini di analisa secara deskriptif untuk menilai keberhasilan kegiatan edukasi pengelolaan sampah plastik terhadap lingkungan, tahapan pembuatan ecobrick, dan cara memanfaatkan limbah plastik menjadi produk bernilai guna..

Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan partisipan sebelum kegiatan edukasi adalah sebesar 10.0% baik, sebesar 30.0% cukup dan sebesar 60.0% kurang, sedangkan setelah kegiatan edukasi menjadi sebesar 75.0% baik dan sebesar 25.0% kategori cukup. Untuk rata-rata nilai pengetahuan partisipan sebelum kegiatan edukasi adalah sebesar 82.5 poin dan terjadi peningkatan setelah kegiatan edukasi menjadi sebesar 92.0 poin. Simpulan: Kegiatan edukasi ecobrick dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah plastik menjadi bentuk barang yang memiliki nilai guna. Peningkatan pengetahuan ini juga memberikan dampak positif pada masyarakat dalam mengelola lingkungan sebagai upaya menjaga kesehatan komunitas.

Saran: Diharapkan kepada masyarakat untuk terus mengelola lingkungan agar selalu bersih dan sehat serta dengan bekal pengetahuan dapat selalu berinovasi dalam mengelola sampah untuk menjadi bentuk barang yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat memberikan manfaat melalui peningkatan pendapatan keluarga.

  1. Akram, A., Kadir, H., Gunawan, A. B., Pahlawan, C. R., & Mahdi, K. (2024). Pelatihan pembuatan ecobrick sebagai pengelolaan sampah plastik di Desa Tonasa Kabupaten Takalar. Selaparang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 8, 355-363.
  2. Alfarisi, A. S., Santana, A. M., Putri, A. M., Dewi, A. M., Nuriza, D. A., & Sulistyanto, A. (2023). Memanfaatkan limbah plastik menjadi ecobrick untuk mengurangi sampah di Kampung Cilutung Desa Ponggang. Jurnal Abdidas, 4(3), 294-299.
  3. Andika, A., Prasetyo, R. A., Saparinda, E., Maharani, S. A., Putri, C. N. U. N., Rada, R. S., & Lewier, H. K. (2023). Penyuluhan pengelolaan sampah plastik dengan metode ecobrick di padukuhan tamanan, bantul. Selaparang Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 7(1), 604.
  4. Azhari, A. P., Jufri, A. F., Nufus, N. H., Putri, D. N., Dewi, S. M., Jihadi, A., & Iemaaniah, Z. M. (2024). Edukasi pemanfaatan sampah plastik di pondok pesantren tuhfatul anfananiyah dengan pembuatan ecobrick. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 4688-4693.
  5. Hidayati, N., Selfia, Y., & Hajar, N. (2021). Pelatihan pengelolaan sampah plastik menjadi ecobrick di lingkungan Pondok Modern Selamat Kendal. Jurnal pengabdian masyarakat khatulistiwa, 4(2), 80-89.
  6. Mahmudah, H., Zuhriyah, N., & Hidayatullah, S. (2024). Meningkatkan kesadaran lingkungan melalui pelatihan pembuatan kursi ecobrick. SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(3), 126-131.
  7. Mashur, D., Azzahra, F., Fitriani, F., Alzura, H. N., Callista, I. H., Arlin, L., & Hidayah, Y. (2023). Memanfaatkan ecobrick sebagai solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah plastik. EJOIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(10), 1162-1169.
  8. Masjhoer, J. M. (2025). Konsep dan teori: partisipasi masyarakat perdesaan dalam pengurangan sampah. Jussac M Masjhoer.
  9. Ningrum, R. T., Marheni, E., Alauddin, N. H., & Kusumandani, R. B. (2022). Pembuatan Ecobrick sebagai barang tepat guna dan upaya mengurangi sampah plastik. Jurnal Bina Desa, 4(3), 387-393.
  10. Paramesti, R. R. A. N., Pratama, D. I. B., & Naim, F. (2023). Pemanfaatan media komunikasi untuk mengedukasi masyarakat tentang cara mengelola sampah di Kota Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Komunikasi, 4(2b), 1-19.
  11. Pertiwi, F., & Siregar, H. (2025). Kelola Sampah, Selamatkan Bumi: Penyuluhan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) mewujudkan lingkungan berkelanjutan. Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(01), 56-72.
  12. Prihadi, S., Sugiyanto, M. S., & Ronggowulan, L. (2026). GREEN LIVING: Penyelamat Masa Depan. Penerbit KBM Indonesia.
  13. Pujianto, P., Kusmiatun, A., Setiaji, R. S., Arianingsih, A., & Khoirunisa, A. Z. (2024). Membangun kesadaran masyarakat peduli lingkungan melalui produksi ecobrick dan ecoprint. Jurnal Cemerlang: Pengabdian Pada Masyarakat, 7(1), 30-45.
  14. Putranto, P. (2023). Prinsip 3R: Solusi efektif untuk mengelola sampah rumah tangga. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 8591-8605.
  15. Rahayu, E. D. P., Harris, A., & Cerminand, N. I. (2024). Pemanfaatan sampah plastik dalam pembuatan ecobrick pada kegiatan pengabdian masyarakat di SDN 46 Cakra Negara, Kota Mataram. Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 23-31.
  16. Sari, E., Saharani, D., & Kumaladewi, I. (2023). Edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah plastik menjadi ecobrick. Indonesian Journal of Community Service, 2(1), 32-36.
  17. Suidarma, I. M., & Antini, N. L. A. S. (2023). Penerapan ecobrick sebagai solusi dalam mengurangi jumlah sampah plastik di Desa Pemogan. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 157-163.
  18. Welellu, A., Zamli, Z., & Sudirman, S. (2025). Edukasi pengelolaan limbah plastik bagi masyarakat pesisir melalui penyuluhan di Posyandu dan Sekolah di Kelurahan Nunukan Timur. SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(3), 22-31.
  19. Yanti, E., Ummah, A. K., Aditya, P., Khalishah, S. I., & Pradipa, V. A. (2025). Mengubah sampah menjadi solusi: implementasi ecobrick dalam program KKN berbasis edukasi lingkungan. SAFARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(3), 500-509.
  20. Zumar, M. R., Anshori, S. A., Umam, M. T., & Jannah, E. U. (2024). Upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui program Ecobrick di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 7(1), 21-27.