Skrining kesehatan terpadu untuk deteksi dini penyakit tidak menular di Posyandu ILP Medan Sunggal
Background: Community-based health screening supports the early identification of non-communicable disease risk factors before complications arise.
Purpose: To provide education and identify cardiometabolic risk factors among community members attending the Integrated Primary Service Health Post (Posyandu).
Method: The activity was conducted on July 9, 2026, involving 37 participants. Screening included assessments of age and medical history; measurements of blood pressure, weight, and height; calculation of body mass index (BMI); and point-of-care testing for random blood glucose, total cholesterol, and uric acid. Participants with abnormal results received individual education and were advised to seek follow-up care at the community health center (Puskesmas).
Results: The mean age of participants was 44.6 years, with the majority (30 participants or 81.1%) falling within the 18–59 age range. Most participants were female (89.2%) and unemployed (78.4%). Health screening results showed that the majority had no medical history (64.9%) and blood pressure levels outside the hypertensive category (56.8%). However, the largest proportion of participants fell into the obesity category for BMI (48.7%). Most participants showed normal levels for random blood glucose (64.9%), total cholesterol (45.9%), and uric acid (81.1%).
Conclusion: Integrated screening enables the early identification of non-communicable disease risk factors and strengthens education, monitoring, and referral processes within primary care services. Educational activities combined with health screening are highly effective in raising community awareness regarding independent health management, as they allow for the early detection of diseases or risk factors before severe symptoms develop.
Suggestion: Periodic re-screening and monitoring of referral follow-ups should be implemented through collaboration between health volunteers and Community Health Center (Puskesmas) staff.
Keywords: Early detection; Health screening; Non-communicable diseases; Primary care
Pendahuluan: Skrining kesehatan berbasis masyarakat mendukung identifikasi dini faktor risiko penyakit tidak menular sebelum terjadi komplikasi.
Tujuan: Memberikan edukasi dan mengidentifikasi faktor risiko kardiometabolik pada masyarakat yang mengikuti Posyandu Integrasi Layanan Primer.
Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 9 Juli 2026 dan melibatkan 37 peserta untuk menjadi partisipan. Skrining mencakup pengkajian usia dan riwayat penyakit; pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan; perhitungan indeks massa tubuh; serta pemeriksaan glukosa darah sewaktu, kolesterol total, dan asam urat menggunakan alat pemeriksaan di tempat. Peserta dengan hasil tidak normal memperoleh edukasi individual dan dianjurkan melakukan tindak lanjut di puskesmas.
Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata partisipan adalah 44.6 tahun dan mayoritas berada direntang usia 18-59 tahun yaitu sebanyak 30 partisipan (81.1%). Sebagian besar partisipan berjenis kelamin perempuan (89.2%), dan mayoritas partisipan tidak bekerja (78.4%). Sedangkan untuk hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan tidak memiliki riwayat penyakit (64.9%), sebagian besar tekanan darah partisipan tidak dalam kategori hipertensi (56.8%), mayoritas indeks massa tubuh partisipan dalam kategori obesitas (48.7%), sebagian besar kandungan gula darah sewaktu partisipan dalam kategori normal (64.9%), mayoritas kandungan kolesterol partisipan dalam kategori normal (45.9%), dan sebagian besar kandungan asam urat partisipan dalam kategori normal (81.1%).
Simpulan: Skrining terpadu mengidentifikasi berbagai faktor risiko penyakit tidak menular secara dini serta memperkuat edukasi, pemantauan, dan rujukan melalui layanan primer. Kegiatan edukasi dengan skrining kesehatan sangat efektif bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran mengelola kesehatan secara mandiri, karena mampu mendeteksi penyakit atau faktor risiko secara awal sebelum menimbulkan gejala berat.
Saran: Skrining ulang berkala dan pemantauan tindak lanjut rujukan perlu dilaksanakan melalui kolaborasi antara kader kesehatan dan petugas Puskesmas.
-
Amila, A., Sembiring, E., & Aryani, N. (2021). Deteksi dini dan pencegahan penyakit degeneratif pada masyarakat wilayah Mutiara Home Care. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 4(1), 102-112.
-
Amila, A., Sembiring, E., & Girsang, V. I. (2021). Pemeriksaan faktor risiko stroke dan deteksi dini pre hospital stroke pada kelompok ibu pengajian Medan. MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1).
-
Amila, A., Sembiring, E., Gunawan, I. H., Zebua, A. B. P., Daulay, Z. M., Ginting, R. T. R. B., & Khalifah, H. D. (2025). Implementasi aplikasi cegah dan rawat stroke dalam pencegahan dan penanganan stroke berbasis masyarakat. KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(4), 753-761.
-
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id /hasil-ski-2023/
-
Bulto, L. N., Roseleur, J., Noonan, S., Pinero de Plaza, M. A., Champion, S., Dafny, H. A., & Hendriks, J. M. (2024). Effectiveness of nurse-led interventions versus usual care to manage hypertension and lifestyle behaviour: a systematic review and meta-analysis. European Journal of Cardiovascular Nursing, 23(1), 21-32.
-
Dinas Kesehatan Kota Medan. (2024). Tingkatkan derajat kesehatan masyarakat, dinkes medan evaluasi pelaksanaan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular. Pemerintah Kota Medan. https://portal.medan.go.id/berita/tingkatkan-derajat-kesehatan-masyarakat-dinkes-medan-evaluasi-pelaksanaan-deteksi-dini-terhadap-penyakit-tidak-menular__read4713.html
-
Embuldeniya, A. (2018). Socioeconomic impacts of non-communicable diseases and the role of health sector in Sri Lanka. International Journal of Multidisciplinary Research, 4(6), 35-40.
-
Fritz, M., Grimm, M., My Hanh, H. T., Koot, J. A., Nguyen, G. H., Nguyen, T. P. L., & Lensink, R. (2024). Effectiveness of community-based diabetes and hypertension prevention and management programmes in Indonesia and Viet Nam: a quasi-experimental study. BMJ Global Health, 9(5), e015053.
-
Harbuwono, D. S., Mokoagow, M. I., Magfira, N., & Helda, H. (2021). ADA diabetes risk test adaptation in Indonesian adult populations: can it replace random blood glucose screening test?. Journal of Primary Care & Community Health, 12, 21501327211021015.
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Diakses dari: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2018
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Skrining penyakit tidak menular (PTM). Diakses dari: https://satusehat.kemkes.go.id/platform/docs/id/interoperability/skrining-ptm/
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Layanan primer berdasarkan siklus hidup ujung tmbak layanan. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id/id/layanan-primer-berdasarkan-siklus-hidup-ujung-tmbak-layanan
-
Kirschbaum, T. K., Theilmann, M., Sudharsanan, N., Manne‐Goehler, J., Lemp, J. M., De Neve, J. W., & Geldsetzer, P. (2021). Targeting hypertension screening in low‐and middle‐income countries: a cross‐sectional analysis of 1.2 million adults in 56 countries. Journal of the American Heart Association, 10(13), e021063.
-
Mashuri, Y. A., Widyaningsih, V., Premanawasti, A., Koot, J., Pardoel, Z., Landsman-Dijkstra, J., & Probandari, A. (2024). Differences in knowledge, attitude, and practice regarding hypertension by access to a community-based screening program (POSBINDU): A cross-sectional study from four districts in Indonesia. PloS one, 19(5), e0303503.
-
Niyibizi, J. B., Ntawuyirushintege, S., Nganabashaka, J. P., Umwali, G., Tumusiime, D., Ntaganda, E., & Bavuma, C. M. (2023). Community health worker-led cardiovascular disease risk screening and referral for care and further management in rural and urban communities in Rwanda. International journal of environmental research and public health, 20(9), 5641.
-
Pamungkasari, E. P., Balgis, B., Koot, J., Landsman, J., Pardoel, Z., Rusnak, M., & Probandari, A. (2024). Identifying relevant diabetes and hypertension control management guidelines in primary healthcare and community settings in Indonesia: A Delphi survey. Plos one, 19(11), e0310295.
-
United State Preventive Services Task Force. (2021). Hypertension in Adults: Screening. Diakses dari: https://www.uspreventiveservicestaskforce.org/uspstf/recommendation/hypertension-in-adults-screening
-
Widyaningsih, V., Febrinasari, R. P., Pamungkasari, E. P., Mashuri, Y. A., Sumardiyono, S., Balgis, B., & Probandari, A. (2022). Missed opportunities in hypertension risk factors screening in Indonesia: a mixed-methods evaluation of integrated health post (POSBINDU) implementation. BMJ open, 12(2), e051315.
-
Wisni, A., Murdiyanto, J., Faesol, A., Palupi, S. S. A., Afina, H. N., Narendra, S., & Ramadhanti, N. P. (2026). Skrining kesehatan dasar dan edukasi berbasis komunitas. BEMAS: Jurnal Bermasyarakat, 6(2), 313-324.
-
World Health Organization. (2025, September 16). Noncommunicable diseases. Diakses dari: https://www.who.int/health-topics/noncommunicable-diseases
-
Wroe, E. B., Nhlema, B., Dunbar, E. L., Kulinkina, A. V., Kachimanga, C., Aron, M., & Watson, S. I. (2021). A household-based community health worker programme for non-communicable disease, malnutrition, tuberculosis, HIV and maternal health: a stepped-wedge cluster randomised controlled trial in Neno District, Malawi. BMJ global health, 6(9), e006535.