Edukasi kesehatan reproduksi remaja dan skrining kesehatan guru di SMA Negeri 1 Ambarawa
Background: Adolescents require accurate and relevant information regarding reproductive health, healthy social interactions, the prevention of risky sexual behaviors, and the prevention of early marriage. A lack of knowledge among adolescents concerning these issues can increase the risk of unintended pregnancies, sexually transmitted infections, school dropout, psychological distress, and various social problems.
Purpose: To enhance adolescents' knowledge regarding reproductive health, the prevention of risky sexual behaviors, and early marriage, as well as to support the early detection of non-communicable disease risks through free health screenings.
Method: This community service initiative was conducted on February 3, 2026, at the mosque of SMA Negeri 1 Ambarawa, Pringsewu. The activity involved 45 students in health education sessions and 25 teachers in free health screenings. The program was delivered through interactive lectures, discussions, pre-test and post-test evaluations, and health screenings, which included checks for blood pressure, uric acid, and blood glucose levels.
Results: The average knowledge score among students was 70.0 points prior to the educational session, increasing to 90.0 points in the post-test—an improvement of 20 points. Among the 25 teachers who underwent health screenings, 2 (8.0%) were found to have high uric acid levels, 3 (12.0%) had high blood glucose levels (prediabetes), and 1 (4.0%) had high blood pressure (hypertension).
Conclusion: This community service initiative resulted in a 20-point increase in the average knowledge score among adolescents regarding reproductive health, the prevention of risky sexual behaviors, and early marriage. It also identified several teachers who require further health monitoring.
Suggestion: It is recommended that the school integrate reproductive health education into its student development programs and conduct periodic health screenings in collaboration with higher education institutions and healthcare professionals.
Keywords: Adolescents; Early marriage; Health screening; Reproductive health; Risky sexual behavior
Pendahuluan: Remaja membutuhkan informasi yang benar dan sesuai kebutuhan mengenai kesehatan reproduksi, pergaulan sehat, pencegahan perilaku seksual berisiko, serta pencegahan pernikahan dini. Keterbatasan pengetahuan remaja mengenai isu tersebut dapat meningkatkan risiko kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, putus sekolah, tekanan psikologis, dan masalah sosial.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan perilaku seksual berisiko dan pernikahan dini, serta mendukung deteksi dini risiko penyakit tidak menular melalui pemeriksaan kesehatan gratis.
Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2026 di Masjid SMA Negeri 1 Ambarawa Pringsewu. Kegiatan melibatkan 45 siswa/siswi dalam penyuluhan kesehatan dan 25 guru dalam pemeriksaan kesehatan gratis. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, evaluasi pretest dan posttest, serta pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, asam urat, dan gula darah.
Hasil: Menunjukkan rata-rata skor pengetahuan siswa/siswi sebelum kegiatan edukasi sebesar 70.0 poin dan meningkat menjadi 90.0 poin pada posttest, atau meningkat sebesar 20 poin setelah penyuluhan. Pada pemeriksaan kesehatan terhadap 25 responden, ditemukan 2 responden (8.0%) dengan asam urat tinggi, 3 responden (12.0%) dengan gula darah tinggi (prediabetes), dan 1 responden (4.0%) dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan perilaku seksual berisiko, dan pernikahan dini sebesar 20 poin, serta mengidentifikasi beberapa guru yang memerlukan pemantauan kesehatan lebih lanjut.
Saran: Sekolah diharapkan mengintegrasikan edukasi kesehatan reproduksi dalam program pembinaan siswa dan melaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan tenaga kesehatan.
-
Aryani, R., & Muna, S. (2023). Pemeriksaan kesehatan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat gratis di kota banda aceh. Communnity Development Journal, 4(5), 9623-9628.
-
Azhar, B., Puteri, V. D., Saputra, Y., Putri, O. O. H., & Dzuwelda, M. (2025). Edukasi dan skrining (EKSIS) penyakit tidak menular: Pemeriksaan hipertensi, gula darah, kolesterol, asam urat di Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru. Jurnal Pengabdian Meambo, 4(2), 308-314.
-
Diananda, A. (2019). Psikologi remaja dan permasalahannya. ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(1), 116-133.
-
Erika, E. (2023). Meningkatkan pemahaman masyarakat pentingnya deteksi dini diabetes melitus melalui penyuluhan dan pengukuran gula dan tekanan darah. EJOIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(7), 685-697.
-
Hidayangsih, P. S. (2014). Perilaku berisiko dan permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja. Indonesian Journal of Reproductive Health, 5(2), 89-101.
-
Iskandar, D., Rahmat, K. B., Najie, I. A., Azzahara, D. M., Hanun, N. A. S., Rosidah, U. N., & Harris, J. I. (2025). Pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi literasi. Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 5 (3).
-
Johariyah, A., & Mariati, T. (2018). Efektivitas penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dengan pemberian modul terhadap perubahan pengetahuan remaja. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 4(1), 38-46.
-
Jusuf, E. C., Aman, A., Syahrir, S., Idrus, A., Mappaware, N. A., Chalid, M. T., & Radmila, W. (2023). Upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja: efforts to improve adolescent reproductive health knowledge. Jurnal Dinamika Pengabdian, 8(2), 293-300.
-
Kusmiran, E. (2014). Kesehatan reproduksi remaja dan wanita.
-
Lamtioma, L., Sunarsih, S., Maternity, D., & Farich, A. (2023). Counseling by leaflet media in increasing brides and groom’s knowledge and attitude about reproductive health. Jurnal Kebidanan Malahayati, 9(2), 165-171.
-
Maptukhah, A., & Anita, N. (2023). Efektivitas edukasi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang risiko pernikahan dini. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(1), 637-642.
-
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: rineka cipta, 193.
-
Nurhayati, E. (2023). Pengaruh edukasi terhadap pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Indonesian Journal of Nursing Health Science, 8(1), 91-98.
-
Patton, G. C., Sawyer, S. M., Santelli, J. S., Ross, D. A., Afifi, R., Allen, N. B., & Viner, R. M. (2016). Our future: a Lancet commission on adolescent health and wellbeing. The Lancet, 387(10036), 2423-2478.
-
Rahmawati, Y., Sunarsih, S., Astriana, A., & Nurliani, N. (2025). The relationship knowledge and attitude of women of reproductive age (WUS) to early marriage in the village area of Pendada District Bandar Lampung City. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 11(10), 1101-1106.
-
Salamah, S., Maryanti, M., Sari, R. I., Andriyani, A., Zaitun, Z., Nurlaili, H., & Mariza, A. (2024). Mengenal kesehatan reproduksi pada wanita. Penerbit Tahta Media.
-
Sawyer, S. M., Afifi, R. A., Bearinger, L. H., Blakemore, S. J., Dick, B., Ezeh, A. C., & Patton, G. C. (2012). Adolescence: a foundation for future health. The lancet, 379(9826), 1630-1640.
-
Sekarayu, S. Y., & Nurwati, N. (2021). Dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(1), 37-45.
-
Shackleton, P. D. N., Jamal, P. D. F., Viner, P. D. R. M., Dickson, M. S. K., Patton, P. D. G., & Bonell, P. D. C. (2016). School-based interventions going beyond health education to promote adolescent health: systematic review of reviews. Journal of Adolescent Health, 58(4), 382-396.
-
Sunarsih, S., Gunawan, M. R., Hartini, S., Sholihat, N., Arsyad, G., Murwati, M., & Cahyadin, C. (2023). Promosi dan penyuluhan kesehatan. Penerbit Tahta Media.
-
Susilawati, S., Sunarsih, S., & Mariza, A. (2026). Asuhan kebidanan pada remaja dan perimenopause. Penerbit Tahta Media.
-
Undang-Undang Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Download/113523/UU%20Nomor%2016%20Tahun%202019.pdf
-
Zayani, N., & Susanto, B. N. A. (2024). Pengaruh edukasi kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah di SMKN 11 Kabupaten Tangerang. As-Shiha: Journal Of Medical Research, 5(1), 66-76.